UNESA dan Pemkab Bondowoso Kolaborasi Perkuat Keamanan Pangan Rumah Tangga Berbasis Komunitas demi Cegah Stunting
BONDOWOSO, 14 September 2026 – Dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar program Penguatan Keamanan Pangan Rumah Tangga Berbasis Komunitas bertempat di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso.
Program yang diusung oleh tim pakar UNESA—Amalia Ruhana, SP., MPH, Dr. Yeni Anistyasari, S.Pd., M.Kom, Prof. Dr. Kisyani, M.Hum, dan Raisya, STP., MTP., M.Sc—ini menempatkan dapur rumah tangga sebagai benteng dan rantai pertahanan terakhir dalam menjamin keamanan makanan keluarga.
Rumah Tangga Sebagai Titik Kritis Keamanan Pangan
Dalam pemaparannya di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, tim pengabdi UNESA menekankan bahwa pangan yang tidak aman dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti diare, infeksi, hingga keracunan makanan. Jika terjadi secara berulang pada anak-anak, kondisi ini menjadi titik kritis yang memicu gangguan tumbuh kembang atau stunting.
"Rumah tangga adalah garda terdepan. Pemahaman masyarakat mengenai cara memilih, menyimpan, dan mengolah makanan dengan benar sangat menentukan status gizi dan kesehatan anak-anak kita," ujar perwakilan tim pengabdi UNESA.
Edukasi 5 Kunci Keamanan Pangan WHO
Dalam kegiatan sosialisasi ini, masyarakat dan kader komunitas dibekali pengetahuan teknis mengenai pencegahan kontaminasi pangan berbasis prinsip World Health Organization (WHO), di antaranya:
Kebersihan Dapur dan Diri: Melakukan cuci tangan pakai sabun serta menjaga kebersihan peralatan makan dan dapur dari hama.
Pemisahan Bahan Mentah dan Matang: Memutus rantai kontaminasi silang dengan menggunakan pisau dan talenan terpisah antara daging mentah dan sayuran segar.
Pemasakan Sempurna: Memastikan makanan dimasak hingga mencapai suhu aman (misalnya daging ayam hingga ≥75°C dan telur ≥70°C) hingga tidak ada bagian yang berdarah.
Penyimpanan Suhu Aman (Aturan 2 Jam): Mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan makanan matang di suhu ruang (5°C - 60°C) lebih dari 2 jam karena bakteri dapat berkembang secara eksponensial.
Penggunaan Bahan Baku Safe & Fresh: Mengedukasi cara memilih bahan makanan segar dan terhindar dari bahaya fisik, biologis, maupun kimia (seperti formalin dan boraks).
Wujudkan Bondowoso Bebas Stunting
Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyambut baik sinergi ini dan berharap para kader yang mengikuti pelatihan dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Melalui audit mandiri checklist dapur aman, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara mandiri di rumah.
Dengan kolaborasi yang kuat antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas, diharapkan program ini mampu mewujudkan gerakan "Bondowoso Bersih, Pangan Aman, Generasi Sehat Bebas Stunting".
Indeks Kepuasan Masyarakat
Terima kasih atas penilaian yang telah anda berikan selama tahun 2025, masukan anda sangat bermanfaat agar DINAS PERTANIAN DAN PERTAHANAN PANGAN
terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat