Sambut Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen, SMAN 2 Bondowoso Hadirkan Inovasi "LENGKUNG BERSEMI"
BONDOWOSO – Persiapan menuju revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Ijen 2026 di Kabupaten Bondowoso semakin menunjukkan geliat kreatif yang luar biasa. Pada Jumat, 24 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan pendampingan khusus yang memadukan dunia pendidikan dengan inovasi ketahanan pangan berkelanjutan melalui program "LENGKUNG BERSEMI" (Lele-Kangkung dalam Ember Masa Kini) di SMA Negeri 2 Bondowoso.
Inovasi ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa semangat Geopark bukan hanya soal geologi, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat, termasuk generasi muda, beradaptasi dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
Solusi Cerdas di Lahan Terbatas
Program LENGKUNG BERSEMI merupakan sistem budidaya akuaponik sederhana yang mengintegrasikan budidaya ikan lele dan sayuran kangkung dalam satu wadah ember. Inovasi ini dipilih karena memiliki nilai edukasi tinggi serta manfaat praktis, di antaranya:
Efisiensi Lahan: Menunjukkan bahwa produktivitas pangan bisa dilakukan di area sekolah yang terbatas.
Ramah Lingkungan: Memanfaatkan siklus air yang minim limbah dan tanpa penggunaan bahan kimia berbahaya.
Bernilai Ekonomi: Memberikan pemahaman kepada siswa mengenai kewirausahaan berbasis potensi lokal yang produktif.
Edukasi Generasi Muda untuk Geopark Ijen
Pendampingan yang dilakukan di SMAN 2 Bondowoso ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai konservasi dan inovasi kepada para siswa sejak dini. Melalui program ini, siswa diajak untuk menjadi agen perubahan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan di wilayah Geopark Ijen.
"Inovasi 'LENGKUNG BERSEMI' bukan sekadar budidaya biasa, melainkan wujud nyata kolaborasi antara sektor pendidikan dan inovasi lokal. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat dokumen revalidasi kita di mata dunia melalui pemberdayaan masyarakat sekolah," ujar tim pendamping di lokasi kegiatan.
Memperkuat Komitmen di Tingkat Dunia
Dengan semangat kolaborasi yang kuat, keterlibatan institusi pendidikan seperti SMAN 2 Bondowoso diharapkan menjadi nilai tambah yang signifikan dalam proses penilaian ulang oleh asesor UNESCO. Revalidasi ini bukan hanya soal mempertahankan gelar, tetapi tentang membuktikan bahwa ekosistem di sekitar Geopark Ijen—termasuk masyarakatnya—terus tumbuh secara harmonis dan berkelanjutan.
Melalui langkah kecil dari ember-ember di sudut sekolah, Bondowoso optimis mampu menunjukkan kepada dunia bahwa inovasi lokal mampu menjadi pilar pendukung kesuksesan Ijen UNESCO Global Geopark.
Rilis Pers: Tim Pendamping Revalidasi Geopark Ijen
Lokasi: SMA Negeri 2 Bondowoso
Tanggal: 24 April 2026
Indeks Kepuasan Masyarakat
Terima kasih atas penilaian yang telah anda berikan selama tahun 2025, masukan anda sangat bermanfaat agar DINAS PERTANIAN DAN PERTAHANAN PANGAN
terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat