Monitoring Dampak Banjir di Desa Cangkring dan Walidono, Tim Pertanian Lakukan Identifikasi Kerusakan Lahan
Monitoring dampak banjir dilaksanakan di Desa Cangkring dan Desa Walidono untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian yang terdampak bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan tingkat kerusakan serta menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tercatat total luasan lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai sekitar ±3 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1 hektare mengalami puso atau gagal panen akibat genangan air yang cukup lama.
Kegiatan monitoring ini dilaksanakan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah Cangkring dan Walidono, Tim Teknis (PW), Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta POPT pengampu wilayah. Kehadiran tim teknis ini menjadi bagian dari langkah cepat dalam melakukan identifikasi kerusakan, pengumpulan data, serta merumuskan tindak lanjut penanganan di lapangan.
Diharapkan melalui kegiatan ini, proses pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak dapat segera dilakukan. Semoga kondisi lahan pertanian dan aktivitas petani dapat segera pulih, serta para petani diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menghadapi dampak bencana yang terjadi.
Indeks Kepuasan Masyarakat
Terima kasih atas penilaian yang telah anda berikan selama tahun 2025, masukan anda sangat bermanfaat agar DINAS PERTANIAN DAN PERTAHANAN PANGAN
terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat