Gerakan Pengendalian OPT Padi di Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso melalui pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melaksanakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Padi pada Jumat, 2 Januari 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan pada areal persawahan Kelompok Tani Moro Seneng 4 yang berlokasi di Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Gerakan pengendalian difokuskan pada serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) dengan intensitas serangan mencapai 22,2 persen dan populasi 23 ekor per rumpun.
Berdasarkan hasil pengamatan, luas hamparan tanaman padi mencapai 12 hektare, dengan luas serangan teridentifikasi sekitar 0,4 hektare pada tanaman padi berumur 50–70 hari setelah tanam (HST). Untuk menekan perkembangan OPT dan mencegah meluasnya serangan, dilakukan tindakan pengendalian pada lahan seluas 6 hektare.
Pengendalian OPT dilakukan secara tepat sasaran dengan menggunakan bahan pengendali Imidakloroprid dan Bupofrezin, sesuai dengan rekomendasi teknis pengendalian WBC. Kegiatan ini turut dihadiri oleh PPL dan POPT, yang memberikan pendampingan langsung kepada petani dalam pelaksanaan pengendalian di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, petani bersama petugas terkait akan melakukan pengamatan rutin guna memantau perkembangan populasi OPT dan kondisi tanaman, sehingga langkah pengendalian dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila diperlukan. Diharapkan melalui kegiatan ini, pertumbuhan tanaman padi tetap optimal dan potensi kehilangan hasil akibat serangan OPT dapat diminimalkan.
Indeks Kepuasan Masyarakat
Terima kasih atas penilaian yang telah anda berikan selama tahun 2025, masukan anda sangat bermanfaat agar DINAS PERTANIAN DAN PERTAHANAN PANGAN
terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat