IDENTIFIKASI BURUH TANI CEGAH TURUNNYA NTP

Pertanian adalah salah satu sektor yang paling menjanjikan dan strategis di Indonesia yang dibarengi oleh sektor pariwisata, infrastruktur, bisnis e-commerce dan sektor perdagangan / ritel. Sektor pertanian menjadi strategis karena semakin banyaknya pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan, tentu tidak akan terlepas dari sektor pertanian yang memenuhi kebutuhan pangan.

Sektor pertanian juga tidak lepas juga dari tingkat kesejahteraan petani yang dapat dilihat dari besarnya Nilai Tukar Petani atau yang dikenal sebagai NTP.

Secara Umum, Nilai tukar petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Nilai tukar petani merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani. Pengumpulan data dan perhitungan NTP di Indonesia dilakukan oleh Badan Pusat Statistik.

Nilai Tukar Pertani juga memiliki manfaat sebagai tolak ukur kemampuan tukar produk yang dijual dari petani dengan berbagai produk yang dibutuhkan dalam segala produksi dan konsumsi rumah tangga. Sehingga besar kecilnya angka NTP akan menunjukkan tingkat daya saing produk pertanian dibandingkan produk-produk lain.

Namun beberapa bulan belakangan ini dengan merebaknya wabah covid -19 mau tidak mau telah menggangu arah perekonomian secara makro maupun mikro yang tentunya berimbas pada NTP petani khususnya petani gurem atau buruh tani dan penggarap. Menurunnya NTP petani berarti semakin lemah pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Dengan keadaan ini dan mendukung kebijakan Kementerian Pertanian melalui program bantuan pemerintah secara khusus atau bekerjasama dengan Kementerian Sosial melalui program keluarga harapan, penyuluh pertanian lapang dengan sigap segera mendata jumlah buruh tani di desa binaan, pun demikian di Desa Kupang Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso, PPL bersama perangkat desa turun langsung guna mengcover permintaan data buruh tani yang valid agar segera terselesaikan dan bisa terback up oleh program kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Besar harapan dari para petani agar wabah covid – 19 segera hilang dari muka bumi dan dapat menormalkan keadaan seperti sediakala dan menatap program Kementerian Pertanian yang berkomitmen agar Negara Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

 

Penulis : Hardianto, S.ST



Tinggalkan Balasan